Alhamdulillah... ya Allah yang telah menganugrahkan seorang putri yang cantik dan lucu kepada kami yang bernama USWATUN HASANAH yang sekian lama menunggu selama 8 tahun sejak kami menikah. Terima kasih banyak kami ucapkan kepada dr, Binarwan Halim, SpOG (K) FICS atas segala bantuannya selama kami menjalani program di Klinik Halim Fertility Center dan terima kasih juga kami ucapkan kepada seluruh staf Halim Fertility Center yang telah memberi bantuan dan semangat kepada ...
02 Agt 2015
Rosmalawati & Maimun
Banda Aceh
 
FETAL DNA TEST

Fetal DNA tes adalah pemeriksaan skrining baru dalam menunjukkan apakah seorang wanita beresiko memiliki janin dengan kelainan kromosom, seperti sindrom Down (trisomi 21), sindrom Edward (trisomi 18) dan sindrom Patau (trisomi 13). Pemeriksaan ini juga untuk mengidentifikasi adalanya kromosom ekstra atau kromosom yang hilang (delesi). Pemeriksaan ini dilakukan dengan mengambil DNA janin dari sel bebas yang dilepaskan oleh plasenta yang mengalir ke darah wanita yang sedang mengandung. Pemeriksaan ini dilakukan saat mencapai usia 10 minggu kehamilan. Wanita yang beresiko memiliki janin dengan kelainan kromosom perlu melakukan pemeriksaan lanjutan dengan sampling villus chorionic (CVS) atau amniosentesis

American College of Obstetricians and Gynecologysts (ACOG) merekomendasikan tes ini kepada wanita yang beresiko trisomi 13, 18 atau 21 setelah konseling genetik. Faktor yang mampu meningkatkan resiko ialah:

         Usia Maternal ≥35 tahun

         Hasil USG janin yang menunjukkan adanya resiko kelainan kromosom

         Kehamilan sebelumnya dengan trisomi

         Positif trisemester pertama atau trisemester kedua pada uji skrining maternal

Adanya balanced chromosome translocation (potongan kromosom berpindah) pada ibu atau ayah yang berhubungan dengan trisomi 13, 18, atau 21.
 
BACA JUGA
copyright ©2018 HFC Medan
all rights reserved.