Ketika harapan pupus, ketika keinginan tidak tercapai, Dr.Binarwan beserta team telah memberikan sinar terang dan semangat baru. Pada saat program IVF ini, kami merasa pasrah dengan apa saja yang akan menjadi jawaban dari semua ini. Kami berdua percaya, yang terbaik sudah kami lakukan. Arahan dan bimbingan dari Dr.Binarwan dan para suster, memberikan rasa nyaman dan semangat terus-menerus. Kelelahan, pikiran yang berkecamuk, gelisah, menanti kepastian. Akhirnya semua ...
20 Jan 2014
Fenny Kyllian and Kelby
Medan
 
FETAL DNA TEST

Fetal DNA tes adalah pemeriksaan skrining baru dalam menunjukkan apakah seorang wanita beresiko memiliki janin dengan kelainan kromosom, seperti sindrom Down (trisomi 21), sindrom Edward (trisomi 18) dan sindrom Patau (trisomi 13). Pemeriksaan ini juga untuk mengidentifikasi adalanya kromosom ekstra atau kromosom yang hilang (delesi). Pemeriksaan ini dilakukan dengan mengambil DNA janin dari sel bebas yang dilepaskan oleh plasenta yang mengalir ke darah wanita yang sedang mengandung. Pemeriksaan ini dilakukan saat mencapai usia 10 minggu kehamilan. Wanita yang beresiko memiliki janin dengan kelainan kromosom perlu melakukan pemeriksaan lanjutan dengan sampling villus chorionic (CVS) atau amniosentesis

American College of Obstetricians and Gynecologysts (ACOG) merekomendasikan tes ini kepada wanita yang beresiko trisomi 13, 18 atau 21 setelah konseling genetik. Faktor yang mampu meningkatkan resiko ialah:

         Usia Maternal ≥35 tahun

         Hasil USG janin yang menunjukkan adanya resiko kelainan kromosom

         Kehamilan sebelumnya dengan trisomi

         Positif trisemester pertama atau trisemester kedua pada uji skrining maternal

Adanya balanced chromosome translocation (potongan kromosom berpindah) pada ibu atau ayah yang berhubungan dengan trisomi 13, 18, atau 21.
 
BACA JUGA
copyright ©2019 HFC Medan
all rights reserved.