"Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu" (Luk 7:7). Demikianlah, setelah mengalami kegagalan karena kehamilan Ektopik yang menyebabkan hilangnya kemungkinan untuk memiliki keturunan secara alami, Tuhan mempertemukan kami dengan Dr. dr. Binarwan Halim, M. Ked. OG, SpOG(K), FICS dan Halim Fertility Center (HFC). Serasa diberi kekuatan baru dengan adanya solusi terhadap masalah yang kami hadapi. Ya! Kami ...
10 Des 2015
Maju Pasaribu, SH & Brigadir Dhoory Sigiro, SH
Medan
 
AMNIOCENTESIS
Amniocentesis digunakan untuk deteksi beberapa kelainan bayi seperti Down Syndrome, kelainan pada saraf, dll.
Pemeriksaan dilakukan pada :
- Usia ibu > 35 tahun, dimana resiko lebih tinggi untuk bayi idiot.
- Riwayat penyakit keturunan / cacat bawaan dalam keluarga seperti spina bifida, thalassemia.
- Nilai triple tes (AFC, hCG, free estriol) yang meningkat.
- USG menunjukkan adanya abnormalitas NT pada usia kehamilan 11-14 minggu.

Cara Melakukan pemeriksaan :
USG dilakukan untuk memeriksa posisi bayi dan plasenta. Dengan panduan USG, sebuah jarum halus dimasukkan melalui dinding perut ke dalam rahim, tanpa melukai bayi. Diambil sedikit sampel cairan yang mengelilingi bayi, yang mengandung selnya. Sel-sel ini kemudian diperiksa untuk mengetahui ada tidaknya kelainan, hasil tes bisa ditunggu sampai 3 minggu.
 
BACA JUGA
copyright ©2018 HFC Medan
all rights reserved.