Perjuangan 15 tahun yang tidak mudah untuk mendapatkan seorang anak ditengah-tengah keluarga kami. Pada awalnya kami merasa tidak ada harapan lagi. Usia saya yang tidak lagi muda mengharuskan saya untuk mengikuti program Bayi Tabung dengan melakukan OPU (Ovum Pick Up) sampai lima kali untuk mengumpulkan sel telur yang terbaik. Proses embrio transfer dilakukan setelah embrio-embrio kami dicairkan. Dokter dan suster tidak hentinya selalu memberikan dukungan untuk saya dan suami ...
01 Jan 2018
Rita Dewi Pasaribu & Irwan Rambe
Pekan Baru
 
HORMONAL DISORDER / PEMERIKSAAN HORMON
Pemeriksaan ini seperti juga pemeriksaan darah biasa, yaitu mengambil darah pasien sesuai dengan kebutuhan pemeriksaan. Hanya disini sampel darah yang diambil diperlukan untuk mengetahui kondisi hormonal tubuh yang berpengaruh pada proses kehamilan.
Fungsi pemeriksaan hormonal tersebut adalah agar dokter dapat mendiagnosa kemungkinan gangguan hormanl yang menyebabkan  infertilitas dan melakukan penanganannya. Untuk wanita, pemeriksaan ini untuk mengetahui kadar FSH (Follicle Stimulating Hormone), LH (Luteinizing Hormone), PRL (Prolactin), E2 (Estradiol), dan P4 (Progesterone).
Bila hasil pemeriksaan FSH yang tinggi pada awal siklus haid (diatas 15 mIU/ml), berindikasi bahwa jumlah sel telur sudah hampirtidak ada . Demikian juga LH, apabila LH tinggi pada awal siklus haid (diatas 12 mIU/ml), akan menghambat proses ovulasi. Selain itu, bila hormon prolaktin tinggi atau kurang, juga mengganggu proses pembentukan telur . Pemeriksaan FSH sangat penting untuk mengukur berapa besar pemberian obat pemicu sel telur dan menentukan keberhasilan program .Pemeriksaan ini akan berlanjut beberapa kali pada pasien yang melakukan program IVF.

Pemeriksaan ini juga bisa dilakukan untuk pria, yaitu untuk mengetahui kadar testosteron (hormon pria yang mempengaruhi perkembangan seks sekunder), LH, dan FSH.Prolactin.

Pemeriksaan FSH, LH, E2, dan PRL umumnya dilakukan pada hari kedua sampai hari kelima terhitung dari hari mens pertama. Apabila pasien melewati hari tersebut, maka pasien diminta untuk pemeriksaan hormonal pada siklus haid bulan berikutnya. Untuk pemeriksaan P4 biasanya dilakukan pada hari ke-21 menstruasi.

Berikut beberapa pemeriksaan hormonal yang biasa dilakukan :
  • FSH
  • LH
  • Prolactin
  • Estradiol
  • Progesterone
  • Anti Mullerian Hormon


 
BACA JUGA
copyright ©2018 HFC Medan
all rights reserved.