Puji Tuhan dan terimakasih yang sedalam-dalamnya kepada Dr.Binarwan Halim dan seluruh staff HFC Medan atas kesabaran, kebijaksanaan dan kerjasamanya selama kami mengikuti program IVF/ICSI di HFC Medan. Sehingga tepat tanggal 04 Juni 2013 yang lalu kami dianugerahi “Twin Baby Girls” yang bernama “Isabel Alice Girsang & Annabel Vera Girsang “. Setelah penantian panjang dan melelahkan ( 8 tahun usia perkawinan), kami dipertemukan dengan Dr. Binarwan Halim dan memulai program di ...
28 Apr 2014
Veriati & Raja G
Medan
 
TEST KULTUR KUMAN LEUKORE
Keputihan atau fluoralbus merupakan sekresi abnormal pada wanita. Keputihan yang disebabkan oleh infeksi biasanya disertai dengan rasa gatal di dalam vagina dan di sekitar bibir vagina bagian luar yang sering menimbulkan keputihan ini antara lain : bakteri, virus, jamur atau juga parasit. Infeksi ini dapat menjalar dan menimbulkan peradangan ke saluran kencing, sehingga menimbulkan rasa pedih saat si penderita buang air kecil.

Gejala Keputihan : Keluarnya cairan berwarna putih kekuningan atau putih kelabu dari saluran vagina. Cairan ini dapat encer atau kental dan kadang-kadang berbusa. Mungkin gejala ini merupakan proses normal sebelum atau sesudah haid pada wanita tertentu.
Terdapat 2 macam keputihan, yaitu :
  • Keputihan Fisiologis
          Dalam keadaan normal, lendir ini berwarna jernih, tidak berbau dan tidak gatal
          ataupun pedih. Produksinya dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain : faktor
          hormonal, ransangan birahi, kelelahan fisik dan kejiwaan, serta adanya benda
          asing dalam organ reproduksi (pada wanita yang menggunakan IUD).
  • Keputihan Patologis
          Memiliki ciri-ciri jumlah banyak, warna putih seperti susu basi, kuning atau  
          kehijauan disertai rasa gatal atau pedih, terkadang berbau amis atau busuk atau
          bahkan bercampur darah. Biasanya penyebab keputihan patologis adalah karena
          adanya kuman.

Penyebab keputihan secara umum adalah :
  • Sering memakai tissue saat membasuh bagian kewanitaan sehabis BAK ataupun BAB.
  • Memakai pakaian dalam yang ketat dari bahan sintetis.
  • Sering menggunakan WC umum yang kotor.
  • Tidak mengganti pantyliners.
  • Hindari seks bebas.
  • Bagi wanita yang sudah melakukan hubungan sexual, setiap tahun harus melakukan papsmear untuk mendeteksi sel-sel yang ada di mulut atau leher rahim.

KULTUR KEPUTIHAN
Adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk mengetahui jenis kuman atau bakteri penyebab keputihan patologis apabila dengan pengobatan biasa tidak membuat keputihan berkurang atau sembuh.
Dengan adanya kultur, dokter akan dapat memberikan terapy yang tepat untuk jenis bakteri atau kuman penyebab keputihan sehingga keputihan dapat disembuhkan.
Sangat baik dilakukan pada pasien yang belum pernah berhubungan atau senggama. Caranya sangat mudah. Dokter hanya mengambil cairan/lendir dari vagina dengan menggunakan swab tertentu yang kemudian dimasukkan ke cairan / sediaan tertentu yang kemudian dibawa ke laboratorium. Tidak menimbulkan rasa nyeri, hanya tidak nyaman sedikit dan harus rileks.
Hasil dapat diketahui lebih kurang 5 hari dan sebelum hasil keluar, dokter akan memberikan therapi sesuai dengan sympton/gejala.

 
BACA JUGA
copyright ©2017 HFC Medan
all rights reserved.