Puji syukur kepada Tuhan Yesus Kristus, setelah 7 tahun, Doa dan Harapan kami akhirnya terwujud. Bayi Perempuan yang cantic, Clara Nathania Avigail Tambunan, lahir dengan sehat pada tanggal 31 Oktober 2016 melalui program IVF (Bayi Tabung). Terima kasih kepada dr. Binarwan Halim, SpOG beserta suster dan seluruh staff di Halim Fertility Center dan RSIA Stella Maris sudah menjadi saluran berkat buat keluarga kami.
01 Des 2017
Dear & Udur
Samosir, Sumatera Utara
 
TEST KULTUR KUMAN LEUKORE
Keputihan atau fluoralbus merupakan sekresi abnormal pada wanita. Keputihan yang disebabkan oleh infeksi biasanya disertai dengan rasa gatal di dalam vagina dan di sekitar bibir vagina bagian luar yang sering menimbulkan keputihan ini antara lain : bakteri, virus, jamur atau juga parasit. Infeksi ini dapat menjalar dan menimbulkan peradangan ke saluran kencing, sehingga menimbulkan rasa pedih saat si penderita buang air kecil.

Gejala Keputihan : Keluarnya cairan berwarna putih kekuningan atau putih kelabu dari saluran vagina. Cairan ini dapat encer atau kental dan kadang-kadang berbusa. Mungkin gejala ini merupakan proses normal sebelum atau sesudah haid pada wanita tertentu.
Terdapat 2 macam keputihan, yaitu :
  • Keputihan Fisiologis
          Dalam keadaan normal, lendir ini berwarna jernih, tidak berbau dan tidak gatal
          ataupun pedih. Produksinya dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain : faktor
          hormonal, ransangan birahi, kelelahan fisik dan kejiwaan, serta adanya benda
          asing dalam organ reproduksi (pada wanita yang menggunakan IUD).
  • Keputihan Patologis
          Memiliki ciri-ciri jumlah banyak, warna putih seperti susu basi, kuning atau  
          kehijauan disertai rasa gatal atau pedih, terkadang berbau amis atau busuk atau
          bahkan bercampur darah. Biasanya penyebab keputihan patologis adalah karena
          adanya kuman.

Penyebab keputihan secara umum adalah :
  • Sering memakai tissue saat membasuh bagian kewanitaan sehabis BAK ataupun BAB.
  • Memakai pakaian dalam yang ketat dari bahan sintetis.
  • Sering menggunakan WC umum yang kotor.
  • Tidak mengganti pantyliners.
  • Hindari seks bebas.
  • Bagi wanita yang sudah melakukan hubungan sexual, setiap tahun harus melakukan papsmear untuk mendeteksi sel-sel yang ada di mulut atau leher rahim.

KULTUR KEPUTIHAN
Adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk mengetahui jenis kuman atau bakteri penyebab keputihan patologis apabila dengan pengobatan biasa tidak membuat keputihan berkurang atau sembuh.
Dengan adanya kultur, dokter akan dapat memberikan terapy yang tepat untuk jenis bakteri atau kuman penyebab keputihan sehingga keputihan dapat disembuhkan.
Sangat baik dilakukan pada pasien yang belum pernah berhubungan atau senggama. Caranya sangat mudah. Dokter hanya mengambil cairan/lendir dari vagina dengan menggunakan swab tertentu yang kemudian dimasukkan ke cairan / sediaan tertentu yang kemudian dibawa ke laboratorium. Tidak menimbulkan rasa nyeri, hanya tidak nyaman sedikit dan harus rileks.
Hasil dapat diketahui lebih kurang 5 hari dan sebelum hasil keluar, dokter akan memberikan therapi sesuai dengan sympton/gejala.

 
BACA JUGA
copyright ©2018 HFC Medan
all rights reserved.