Terlahir didunia ini setelah hampir 2 tahun kami menanti. Awal cerita begitu sedihnya ketika mendengar pernyataan dokter bahwa kami tidak dapat mengalami kehamilan normal. Namun kami tidak berkecil hati, setiap doa kami dijawab oleh Tuhan melalui program IVF ini kami mendapat berkah yang begitu luar biasa dari kuasa-Nya yaitu 2 putri kembar kami yg bernama cheryl & cheryn. Setiap menyebut nama mereka selalu teringat akan setiap pengorbanan kami selama menjalankan program ...
17 Jun 2017
Harry & Heri
Medan
 
USG DOWNSYNDROME
Down Syndrome adalah kelainan genetik/kromosom yang paling sering terjadi. Gejala berupa cacat mental/idiot, kelainan jantung bawaan, gangguan pendengaran dan penglihatan serta kelemahan otot-otot.
Kejadian Down Syndrome semakin meningkat dengan bertambahnya usia ibu, terutama setelah usia 35 tahun (1:356 pada usia ibu 35 tahun dan 1:41 pada usia 43 tahun).
Deteksi dini kelainan kromosom adalah dengan pemeriksaan Nuchal Translucency (NT Scan) dan tulang hidung melalui USG pada usia kehamilan 11-14 minggu.
Pemeriksaan NT adalah mengukur ketebalan jaringan di belakang leher rahim.
Ketepatan pemeriksaan 70-80%. Pemeriksaan ini adalah bersifat skrining. Bila hasilnya positif, perlu pemeriksaan lanjutan (CVS, Amniocentesis) untuk memastikan adanya kelainan genetik. Bila hasilnya negatif, menunjukkan ibu termasuk kelompok resiko rendah Down Syndrome.
 
BACA JUGA
copyright ©2018 HFC Medan
all rights reserved.