Terima Kasih kepada DR. Dr. Binarwan Halim, M.Ked (OG), SpOG (K), FICS yang telah membantu kami untuk mendapatkan 2 orang putra dan 1 orang putri, yang sudah kami nanti-nantikan selama 7 tahun. Sebelumnya juga kami pernah mengikuti program bayi tabung pertama tapi belum membuahkan hasil. Tapi kami tidak putus asa kami terus melanjutkan program bayi tabung kedua dan hasilnya kami memiliki 3 buah hati yang lahir pada tanggal 19 Mei 2015 yang kami beri nama Christiawan Nainggolan, ...
04 Nov 2016
Yopie AF Nainggolan & Imelda br.Manik
Medan
 
USG DOWNSYNDROME
Down Syndrome adalah kelainan genetik/kromosom yang paling sering terjadi. Gejala berupa cacat mental/idiot, kelainan jantung bawaan, gangguan pendengaran dan penglihatan serta kelemahan otot-otot.
Kejadian Down Syndrome semakin meningkat dengan bertambahnya usia ibu, terutama setelah usia 35 tahun (1:356 pada usia ibu 35 tahun dan 1:41 pada usia 43 tahun).
Deteksi dini kelainan kromosom adalah dengan pemeriksaan Nuchal Translucency (NT Scan) dan tulang hidung melalui USG pada usia kehamilan 11-14 minggu.
Pemeriksaan NT adalah mengukur ketebalan jaringan di belakang leher rahim.
Ketepatan pemeriksaan 70-80%. Pemeriksaan ini adalah bersifat skrining. Bila hasilnya positif, perlu pemeriksaan lanjutan (CVS, Amniocentesis) untuk memastikan adanya kelainan genetik. Bila hasilnya negatif, menunjukkan ibu termasuk kelompok resiko rendah Down Syndrome.
 
BACA JUGA
copyright ©2017 HFC Medan
all rights reserved.